• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Login
Radarhukum.id
  • HOME
  • Berita
    • All
    • Bengkulu
    • BP Batam
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Hukrim
    • Hukum
    • Internasional
    • Jakarta
    • Kediri
    • Lampung
    • Nasional
    • Olahraga
    • Organisasi
    • Pendidikan
    • Politik
    • Polri
    • Sosial
    • Sumbar
    • Tanjungpinang
    • TNI
    Satpol PP Kota Kediri Gelar Jambore di Karanggongso untuk Perkuat Soliditas dan Peran Linmas

    Satpol PP Kota Kediri Gelar Jambore di Karanggongso untuk Perkuat Soliditas dan Peran Linmas

    Serahkan SK 593 PPPK, Amsakar Minta Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Publik

    Serahkan SK 593 PPPK, Amsakar Minta Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Publik

    Polisi Tangkap Spesialis Curanmor dan Penadah di Kecamatan Singkut

    Polisi Tangkap Spesialis Curanmor dan Penadah di Kecamatan Singkut

    Kerusakan Jalan Lintas Sarolangun–Tembesi di Gurun Mudo Makin Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

    Kerusakan Jalan Lintas Sarolangun–Tembesi di Gurun Mudo Makin Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

    Polres Jepara Kerahkan 418 Personel Amankan Aksi Damai GRIB Jaya

    Polres Jepara Kerahkan 418 Personel Amankan Aksi Damai GRIB Jaya

    Hakim Tuah Sakato Ranah Minang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Kabupaten Agam

    Hakim Tuah Sakato Ranah Minang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Kabupaten Agam

    Perkuat Tata Kelola Organisasi, Muhammadiyah Batam Gelar Rapat Kerja

    Perkuat Tata Kelola Organisasi, Muhammadiyah Batam Gelar Rapat Kerja

    Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

    Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

    Erlita Amsakar Tegaskan Hari Disabilitas Bukan Seremonial, tetapi Gerakan Mewujudkan Kota Inklusif

    Erlita Amsakar Tegaskan Hari Disabilitas Bukan Seremonial, tetapi Gerakan Mewujudkan Kota Inklusif

  • OPINI
    • All
    • Sastra
    KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

    KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

    Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

    Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

    Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

    Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

    Saat Nurani Diuji di Senayan

    Saat Nurani Diuji di Senayan

    Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

    Paradoks Peran Pemerintah dalam Sengketa administrasi: Primum Remedium atau Sekedar Retorika

    Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

    Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

    Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

    Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

    Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

    Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

    Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

    Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

  • PROFIL
  • CATATAN REDAKSI
  • EDUKASI HUKUM
    • All
    • Sastra
    KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

    KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

    Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

    Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

    Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

    Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

    Saat Nurani Diuji di Senayan

    Saat Nurani Diuji di Senayan

    Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

    Paradoks Peran Pemerintah dalam Sengketa administrasi: Primum Remedium atau Sekedar Retorika

    Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

    Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

    Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

    Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

    Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

    Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

    Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

    Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    Radarhukum.id
    • HOME
    • Berita
      • All
      • Bengkulu
      • BP Batam
      • Daerah
      • Ekonomi
      • Hukrim
      • Hukum
      • Internasional
      • Jakarta
      • Kediri
      • Lampung
      • Nasional
      • Olahraga
      • Organisasi
      • Pendidikan
      • Politik
      • Polri
      • Sosial
      • Sumbar
      • Tanjungpinang
      • TNI
      Satpol PP Kota Kediri Gelar Jambore di Karanggongso untuk Perkuat Soliditas dan Peran Linmas

      Satpol PP Kota Kediri Gelar Jambore di Karanggongso untuk Perkuat Soliditas dan Peran Linmas

      Serahkan SK 593 PPPK, Amsakar Minta Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Publik

      Serahkan SK 593 PPPK, Amsakar Minta Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Publik

      Polisi Tangkap Spesialis Curanmor dan Penadah di Kecamatan Singkut

      Polisi Tangkap Spesialis Curanmor dan Penadah di Kecamatan Singkut

      Kerusakan Jalan Lintas Sarolangun–Tembesi di Gurun Mudo Makin Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

      Kerusakan Jalan Lintas Sarolangun–Tembesi di Gurun Mudo Makin Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

      Polres Jepara Kerahkan 418 Personel Amankan Aksi Damai GRIB Jaya

      Polres Jepara Kerahkan 418 Personel Amankan Aksi Damai GRIB Jaya

      Hakim Tuah Sakato Ranah Minang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Kabupaten Agam

      Hakim Tuah Sakato Ranah Minang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Kabupaten Agam

      Perkuat Tata Kelola Organisasi, Muhammadiyah Batam Gelar Rapat Kerja

      Perkuat Tata Kelola Organisasi, Muhammadiyah Batam Gelar Rapat Kerja

      Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

      Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

      Erlita Amsakar Tegaskan Hari Disabilitas Bukan Seremonial, tetapi Gerakan Mewujudkan Kota Inklusif

      Erlita Amsakar Tegaskan Hari Disabilitas Bukan Seremonial, tetapi Gerakan Mewujudkan Kota Inklusif

    • OPINI
      • All
      • Sastra
      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Saat Nurani Diuji di Senayan

      Saat Nurani Diuji di Senayan

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Paradoks Peran Pemerintah dalam Sengketa administrasi: Primum Remedium atau Sekedar Retorika

      Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

      Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

      Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

      Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

      Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

      Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

      Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

      Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

    • PROFIL
    • CATATAN REDAKSI
    • EDUKASI HUKUM
      • All
      • Sastra
      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Saat Nurani Diuji di Senayan

      Saat Nurani Diuji di Senayan

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Paradoks Peran Pemerintah dalam Sengketa administrasi: Primum Remedium atau Sekedar Retorika

      Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

      Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

      Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

      Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

      Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

      Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

      Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

      Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      Radarhukum.id
      • HOME
      • Berita
      • OPINI
      • PROFIL
      • CATATAN REDAKSI
      • EDUKASI HUKUM
      Home Opini

      Muhammadiyah di Minangkabau dan Sejumlah Tokohnya dalam Guratan Sejarah

      Admin by Admin
      10 Februari 2024
      Muhammadiyah di Minangkabau dan Sejumlah Tokohnya dalam Guratan Sejarah

      Oleh: Ifanko Putra

      Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, nama Muhammadiyah tentu amat familiar dalam lingkup kehidupan kita sehari-hari. Organisasi Islam yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada 18 November 1912 silam ini, telah menyebar ke seluruh pelosok negeri ini, bahkan hingga ke mancanegara.

      Dengan semangat sosial yang diusung oleh KH. Ahmad Dahlan, setidaknya kini Muhammadiyah memiliki lebih dari 10 ribu lembaga pendidikan. Mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), hingga Perguruan Tinggi. Organisasi yang lahir pertama kali di Yogyakarta ini juga memiliki amal usaha di bidang kesehatan yang amat banyak, juga bidang lainnya. Eksistensi organisasi besar ini cukup diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional. Itulah sekilas gambaran tentang Muhammadiyah.

      Menarik Dibaca

      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Dengan latar belakang sejarah yang amat panjang, Muhammadiyah tentu punya beragam cerita yang menarik untuk diulas, ia ibarat lembaran kitab yang tidak habis-habisnya untuk dibaca.

      Penulis akan mengulas sedikit tentang perkembangan awal-awal Muhammadiyah di Minangkabau.

      Di Minangkabau, atau Provinsi Sumatera Barat, tanah kelahiran penulis, Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dan telah mengakar hingga ke setiap pelosok sejak lama.

      Daerah yang memiliki semboyan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (Adat bersendikan Agama, Agama bersendikan Kitabullah/Alqur'an) ini, merupakan daerah kedua setelah Yogyakarta tempat menyebarnya Muhammadiyah. Berikut ini beberapa nama tokoh Minangkabau yang turut menjadi perintis dan membesarkan nama Muhammadiyah:

      Haji Abdul Karim Amrullah

      Kehadiran Muhammadiyah di Minangkabau pertama kali diperkenalkan oleh ulama Minang yang cukup masyur kala itu, yaitu Haji Abdul Karim Amrullah atau dikenal dengan Haji Rasul bersama menantunya A.R Sutan Mansur. Haji Rasul sendiri adalah ayah kandung dari ulama dan sastrawan besar Hamka.

      Haji rasul dikenal sebagai pendiri Sumatra Thawalib di Pandang Panjang yang merupakan salah satu sekolah Islam modern pertama di Indonesia, beliau juga merupakan salah satu orang Indonesia yang pertama-tama meraih gelar doktor kehormatan dari Universitas Al-azhar, Mesir. Gelar yang kemudian hari juga diperoleh oleh putranya, Buya Hamka.

      Bermula dari lawatan Haji Abdul Karim Amrullah ke tanah Jawa,  beliau bertemu dengan sejumlah tokoh di Jawa. Termasuk diantaranya, KH. Ahmad Dahlan. Meski belum pernah bertemu sebelumnya, namun hubungan antara kedua tokoh ini terjalin secara emosional dengan sangat baik melalui kesamaan pandangan soal Islam dan pendidikan.  K.H Ahmad Dahlan mengenal Haji Rasul lewat tulisan-tulisanya di majalah Al-Munir. Dalam bukunya, Ayahku, Buya Hamka mengisahkan, K.H. Ahmad Dahlan menjemput langsung kedatangan Haji Rasul di Stasiun Tugu Yogyakarta. Ia menjadi tamu Kiai Dahlan dan banyak bertukar pikiran dengan pendiri Muhammadiyah itu selama di Yogyakarta.

      “Kiai Haji Ahmad Dahlan meminta Izin kepada Ayah untuk menyalin karangan-karangan Ayah dalam al-Munir ke dalam bahasa jawa untuk diajarkan kepada murid-muridnya. Beliau mengajar di sekolah-sekolah kepunyaan Gubernamen Belanda. Tiga hari lamanya beliau (Haji Abdul Karim Amrullah) menjadi tetamu K.H. Ahmad Dahlan. Siapa menyangka kedua orang inilah yang akan dicatat sebagai mujaddid Islam di Jawa dan Sumatera.” (Hamka, 1950: 136).

      Jika ditelusuri lagi berdasarkan banyak literatur, KH. Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah, Haji Abdul Karim Amrullah bersama dengan KH. Hasyim Asyari pendiri Nahdlatul Ulama adalah sama-sama murid dari Syaikh Ahmad Khathib Al-Minangkabawi yang merupakan ulama besar Indonesia asal Minangkabau yang menjadi Imam di Masjidil Haram.

      Pada tahun 1925, cabang Muhammadiyah mulai didirikan di Minangkabau. Dan ini menjadi yang pertama di luar Jawa. Berkat perjuangan Haji Rasul, Muhammadiyah kemudian dengan cepat menyebarluas di tanah Minang. Meski beberapa literatur menyebutkan Haji Rasul tidak tercatat bergabung secara struktural di persyarikatan Muhammadiyah, namun sejarah mencatat, ia memiliki peran besar dalam pengembangan persyarikatan Muhammadiyah di Minangkabau.

      Buya A.R Sutan Mansyur

      Besarnya Perkembangan Muhammadiyah tentu saja tidak luput dari peran besar Buya A.R Sutan Mansyur, tokoh yang kemudian menjadi Ketua PB Muhammadiyah dua periode. A.R Sutan Mansur lahir di Maninjau, 15 Desember 1895. Ia merupakan anak salah seorang ulama kenamaan di Maninjau ketika itu yang bernama Abdul Somad Al-Kusaij.

      Lelaki yang memiliki nama lengkap Ahmad Rasyid Sutan Mansyur ini sendiri merupakan murid yang kemudian menjadi menantu dari Haji Rasul.

      Bersama dengan Haji Rasul, AR, Sutan Mansur mengembangkan Muhammadiyah secara luas di tanah Sumatera dan perannya di Muhammadiyah berlanjut hingga menjadi pimpinan Muhammadiyah. Lewat A.R. Sutan Mansur inilah sebenarnya Haji Rasul mengenal lebih dekat gerakan Muhammadiyah. Sebab, A.R Sutan Mansur yang semula merantau dan berdomisili di tanah jawa telah lebih dahulu bergabung di Muhammadiyah dan mengenal baik pendiri serta ulama-ulama Muhammadiyah.

      Bersama Haji Rasul, tokoh ini mengembangkan dan membesarkan Muhammadiyah di Minangkabau, kepiawaiannya berdakwah membuatnya mudah diterima oleh masyarakat.

      Sebagaimana tokoh lainnya, A.R Sutan gemar menelurkan pikirannya lewat tulisan. Selama kiprahnya, beberapa buku yang yang berkaitan dengan Muhammadiyah berhasil dikarang oleh A.R Sutan Mansyur
      Diantaranya: Pokok-pokok Pergerakan Muhammadiyah, dan Penerangan Asas Muhammadiyah. Beberapa karangan lainnya adalah Hidup di Tengah Kawan dan Lawan, Tauhid Membentuk Pribadi Muslim, Ruh Islam, Jihad dan lain-lain.

      Buya HAMKA

      Selain Haji Rasul dan Buya A.R Sutan Mansur, Buya Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) juga memiliki peran besar membesarkan Muhammadiyah di tanah Minang. Tokoh kharismatik ini turut andil dalam mengukir sejarah Muhammadiyah. Dalam buku Ayahku karangan Irfan Hamka, diceritakan betapa hingga akhir hayatnya, Buya Hamka aktif dan berkontribusi di Muhammadiyah.

      Sejak awal Muhammadiyah hadir di tanah Minang, Hamka mendampingi A.R. Sutan Mansur mendirikan cabang Muhammadiyah ke berbagai daerah. Dengan A.R Sutan Mansur ini pula Hamka banyak belajar.

      Pada tahun 1928, Hamka diangkat menjadi ketua Cabang Muhammadiyah Padang Panjang. Ketika itu, usianya baru 21 tahun. Tahun 1931, ia kemudian ditunjuk menjadi Mubaligh Muhammadiyah di Makassar, lalu ditunjuk sebagai Anggota Majelis Konsul Muhammadiyah Sumatera Tengah, dan sejumlah jabatan penting lainnya.

      Berbicara tentang Hamka dan keluarga ahli ilmu ini, bak lautan nan tak bertepi. Bersama dengan sejumlah tokoh ulama lainnya, tokoh asal Maninjau Sumatra Barat ini memberi nuansa baru terhadap peradaban Islam di tanah Minang.

      Hamka, begitu nama yang familiar dengannya, kemudian menjadi tokoh besar dan negarawan yang hingga kini selalu dikenang berkat karya-karyanya. Hamka banyak berkiprah dalam dunia tulis menulis. Karya tulis Hamka diantaranya, Tafsir Al-Azhar, tafsir Al-Qur'an yang beliau rampungkan di dalam penjara karna beliau menjadi tahanan politik zaman orde lama. Buku lain, Falsafah Hidup, Tasawuf Modern dan sejumlah karya besar lainnya serta sejumlah roman dan novel populer yang berhasil dibuat oleh tangan dinginnya. Hamka dikenal luas sebagai ulama, tokoh politik, wartawan, penulis dan pengarang.

      Sosok ini menjadi Inspirasi bagi penulis sejak dulu, beberapa bukunya telah penulis baca sejak masih di Sekolah Menengah Pertama.

      Dalam perjalanannya, Buya Hamka pernah menjabat sebagai Ketua MUI yang pertama. Berkat karya-karyanya, beliau mendapatkan gelar doktor kehormatan dari Universitas AL-Azhar seperti ayahnya Haji Abdul Karim Amrullah atau Haji Rasul. Kemudian Buya Hamka juga mendapat gelar doktor dari Universitas Nasional Malaysia.

      Nama Hamka kemudian disematkan untuk salah satu Universitas milik Muhammadiyah, yakni Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA). Karna jasanya terhadap negara, Buya Hamka kemudian masuk dalam daftar Pahlawan Nasional Indonesia.

      Buya Syafii Maarif

      Satu lagi tokoh Muhammadiyah asal minang yang memiliki peran besar adalah Prof. Dr. H. Ahmad Syafi'i Ma'arif. Beliu merupakan mantan ketua umum PP Muhammadiyah yang terkenal akan kedalaman ilmunya. Sosok bersahaja itu menjadi tokoh tempat bertanya dan tempat berdiskusi oleh para elit politik tanah air.

      Mantan Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) dan pendiri Maarif Institute ini, lahir di Nagari Nagari Calau, Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.

      Sebelum dikenal luas sebagai akademisi, dan cendekiawan terkemuka, Buya Syafii pernah menjadi wartawan di majalah Suara Muhammadiyah.

      Buya Syafii menamatkan pendidikan Magister dan Doktoralnya di Amerika Serikat, yakni di Ohio State University dan University of Chicago.

      Berkat dedikasinya, Buya Syafii pernah diganjar penghargaan Ramon Magsaysay Award pada tahun 2008.

      Karena kedalaman ilmu dan wawasannya, semasa hidupnya, Buya Syafi'i Maarif menjadi tempat bertanya dan berdiskusi para tokoh bangsa.

      Yang paling menarik dari beliau adalah kehidupannya yang sederhana dan bersahaja, meski setumpuk jabatan telah diembannya dan banyak prestasi yang beliau torehkan.

      Demikianlah beberapa tokoh dari sekian banyak tokoh Muhammadiyah asal minang yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Mereka turut berperan membesarkan Muhammadiyah, tidak hanya di daerahnya saja, tetapi dalam skala nasional.

      Saat ini, Muhammadiyah memiliki basis yang sangat kuat di Sumatra Barat dan Sumatra umumnya. Semoga tujuan para tokoh dan pendahulu organisasi yang mulia ini tercapai untuk mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, serta tercapainya generasi penerus bangsa yang berpendidikan, berilmu pengetahuan dan berbudi luhur.**

      Tags: Ifanko PutraMuhammadiyah

      Discussion about this post

      Recommended.

      Bamsoet Dapat Dukungan dari Rizki Faisal Kembali Pimpin IMI Periode 2025-2030

      Bamsoet Dapat Dukungan dari Rizki Faisal Kembali Pimpin IMI Periode 2025-2030

      Ketum PJMI Akan Beri Pengetahuan Dasar Jurnalistik kepada Mahasiswa Baru UIA

      Ketum PJMI Akan Beri Pengetahuan Dasar Jurnalistik kepada Mahasiswa Baru UIA

      • Oknum ASN BKAD Takalar Diduga Pungli Ratusan Juta Rupiah Modus Penerimaan CPNS.

        Oknum ASN BKAD Takalar Diduga Pungli Ratusan Juta Rupiah Modus Penerimaan CPNS.

        1932 shares
        Share 773 Tweet 483
      • Kadis PUPR Kepri Masih Bungkam Terkait Proyek Jalan Sei Ladi Batam, Aktivis Tuding Proyek “Tipu-Tipu”

        1767 shares
        Share 707 Tweet 442
      • Belum Kantongi IUP,  Ratusan Hektare Sawit Milik Pribadi Rizal di Mandiangin Diduga Ilegal

        1432 shares
        Share 573 Tweet 358
      • Diterpa Isu Pemerasan, Kades Ko’mara dan Unit Tipikor Polres Takalar Beri Klarifikasi

        1251 shares
        Share 500 Tweet 313
      • Kades dan Perangkat Desa di Karimun Masih Keluhkan Operasional serta Gaji yang Tak Kunjung Cair

        1220 shares
        Share 488 Tweet 305
      • Redaksi
      • Kode Etik Jurnalistik
      • Pedoman Media Siber
      • Disclaimer

      Hak Cipta Radarhukum.id © 2024

      No Result
      View All Result
      • HOME
      • Berita
        • Internasional
        • Nasional
        • Daerah
        • Hukrim
        • Pendidikan
        • Politik
      • EDUKASI HUKUM
        • Agraria
        • Islam & Keluarga
        • Perdata
        • Pidana
        • Tata Negara
      • OPINI
      • PROFIL
      • CATATAN REDAKSI

      Hak Cipta Radarhukum.id © 2024

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In