• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Login
Radarhukum.id
  • HOME
  • Berita
    • All
    • Bengkulu
    • BP Batam
    • Daerah
    • Ekonomi
    • Hukrim
    • Hukum
    • Internasional
    • Jakarta
    • Kediri
    • Lampung
    • Nasional
    • Olahraga
    • Organisasi
    • Pendidikan
    • Politik
    • Polri
    • Sosial
    • Sumbar
    • Tanjungpinang
    • TNI
    Satpol PP Kota Kediri Gelar Jambore di Karanggongso untuk Perkuat Soliditas dan Peran Linmas

    Satpol PP Kota Kediri Gelar Jambore di Karanggongso untuk Perkuat Soliditas dan Peran Linmas

    Serahkan SK 593 PPPK, Amsakar Minta Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Publik

    Serahkan SK 593 PPPK, Amsakar Minta Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Publik

    Polisi Tangkap Spesialis Curanmor dan Penadah di Kecamatan Singkut

    Polisi Tangkap Spesialis Curanmor dan Penadah di Kecamatan Singkut

    Kerusakan Jalan Lintas Sarolangun–Tembesi di Gurun Mudo Makin Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

    Kerusakan Jalan Lintas Sarolangun–Tembesi di Gurun Mudo Makin Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

    Polres Jepara Kerahkan 418 Personel Amankan Aksi Damai GRIB Jaya

    Polres Jepara Kerahkan 418 Personel Amankan Aksi Damai GRIB Jaya

    Hakim Tuah Sakato Ranah Minang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Kabupaten Agam

    Hakim Tuah Sakato Ranah Minang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Kabupaten Agam

    Perkuat Tata Kelola Organisasi, Muhammadiyah Batam Gelar Rapat Kerja

    Perkuat Tata Kelola Organisasi, Muhammadiyah Batam Gelar Rapat Kerja

    Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

    Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

    Erlita Amsakar Tegaskan Hari Disabilitas Bukan Seremonial, tetapi Gerakan Mewujudkan Kota Inklusif

    Erlita Amsakar Tegaskan Hari Disabilitas Bukan Seremonial, tetapi Gerakan Mewujudkan Kota Inklusif

  • OPINI
    • All
    • Sastra
    KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

    KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

    Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

    Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

    Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

    Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

    Saat Nurani Diuji di Senayan

    Saat Nurani Diuji di Senayan

    Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

    Paradoks Peran Pemerintah dalam Sengketa administrasi: Primum Remedium atau Sekedar Retorika

    Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

    Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

    Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

    Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

    Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

    Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

    Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

    Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

  • PROFIL
  • CATATAN REDAKSI
  • EDUKASI HUKUM
    • All
    • Sastra
    KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

    KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

    Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

    Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

    Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

    Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

    Saat Nurani Diuji di Senayan

    Saat Nurani Diuji di Senayan

    Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

    Paradoks Peran Pemerintah dalam Sengketa administrasi: Primum Remedium atau Sekedar Retorika

    Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

    Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

    Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

    Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

    Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

    Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

    Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

    Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

    Trending Tags

    No Result
    View All Result
    Radarhukum.id
    • HOME
    • Berita
      • All
      • Bengkulu
      • BP Batam
      • Daerah
      • Ekonomi
      • Hukrim
      • Hukum
      • Internasional
      • Jakarta
      • Kediri
      • Lampung
      • Nasional
      • Olahraga
      • Organisasi
      • Pendidikan
      • Politik
      • Polri
      • Sosial
      • Sumbar
      • Tanjungpinang
      • TNI
      Satpol PP Kota Kediri Gelar Jambore di Karanggongso untuk Perkuat Soliditas dan Peran Linmas

      Satpol PP Kota Kediri Gelar Jambore di Karanggongso untuk Perkuat Soliditas dan Peran Linmas

      Serahkan SK 593 PPPK, Amsakar Minta Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Publik

      Serahkan SK 593 PPPK, Amsakar Minta Tingkatkan Disiplin dan Pelayanan Publik

      Polisi Tangkap Spesialis Curanmor dan Penadah di Kecamatan Singkut

      Polisi Tangkap Spesialis Curanmor dan Penadah di Kecamatan Singkut

      Kerusakan Jalan Lintas Sarolangun–Tembesi di Gurun Mudo Makin Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

      Kerusakan Jalan Lintas Sarolangun–Tembesi di Gurun Mudo Makin Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

      Polres Jepara Kerahkan 418 Personel Amankan Aksi Damai GRIB Jaya

      Polres Jepara Kerahkan 418 Personel Amankan Aksi Damai GRIB Jaya

      Hakim Tuah Sakato Ranah Minang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Kabupaten Agam

      Hakim Tuah Sakato Ranah Minang Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor di Kabupaten Agam

      Perkuat Tata Kelola Organisasi, Muhammadiyah Batam Gelar Rapat Kerja

      Perkuat Tata Kelola Organisasi, Muhammadiyah Batam Gelar Rapat Kerja

      Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

      Pemko Batam Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Aceh–Sumut–Sumbar, Relawan Turun ke Jalan

      Erlita Amsakar Tegaskan Hari Disabilitas Bukan Seremonial, tetapi Gerakan Mewujudkan Kota Inklusif

      Erlita Amsakar Tegaskan Hari Disabilitas Bukan Seremonial, tetapi Gerakan Mewujudkan Kota Inklusif

    • OPINI
      • All
      • Sastra
      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Saat Nurani Diuji di Senayan

      Saat Nurani Diuji di Senayan

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Paradoks Peran Pemerintah dalam Sengketa administrasi: Primum Remedium atau Sekedar Retorika

      Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

      Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

      Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

      Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

      Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

      Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

      Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

      Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

    • PROFIL
    • CATATAN REDAKSI
    • EDUKASI HUKUM
      • All
      • Sastra
      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Muktamar X PPP Ancol Memanas! Siapa Ketua Umum Sah? Mardiono vs Agus Suparmanto!

      Saat Nurani Diuji di Senayan

      Saat Nurani Diuji di Senayan

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Paradoks Peran Pemerintah dalam Sengketa administrasi: Primum Remedium atau Sekedar Retorika

      Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

      Nadiem, Yaqut, dan Panggung Politik yang Tak Pernah Sepi Skandal

      Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

      Nonaktif Bukan Alasan untuk Tetap Menikmati Fasilitas

      Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

      Kapan Pemerintah Belajar Mendengar Sebelum Jalanan Membara?

      Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

      Amanah Itu Berat, Bukan Sekadar Kursi Empuk

      Trending Tags

      No Result
      View All Result
      Radarhukum.id
      • HOME
      • Berita
      • OPINI
      • PROFIL
      • CATATAN REDAKSI
      • EDUKASI HUKUM
      Home Opini

      Bedah Buku Kontrak Politik Karya Ismail Lautan Dkk: Satir Pilu Politikus Asu

      Editor: Ifan

      Admin by Admin
      29 Juni 2025
      Bedah Buku Kontrak Politik Karya Ismail Lautan Dkk: Satir Pilu Politikus Asu

      Jakarta, Radarhukum.id —Di mana moral politikus ketika ia melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya? Mungkin pertanyaan ini tidak relevan dan tak perlu ada jawaban. Tetapi dalam cerpen ‘Kontrak Politik' ada fakta yang amat menggelitik. Yang membikin nalar dan logika jungkir balik.

      Adalah seorang politikus cantik membuat terobosan baru dalam mendulang suara di Dapilnya. Ia menawarkan dirinya untuk digauli oleh konstituen lelaki dengan syarat meneken sebuah ‘kontrak'. Maka tak ayal, para lelaki pemilik suara berebutan meneken kontrak itu.
      Tetapi apa yang terjadi?

      Budayawan Nanang R. Supriatin membedah dengan sangat tajam kumpulan cerpen ini yang diluncurkan di Kampus Universitas Islam As Syafiiyah, (UIA), Jatiwaringin, Pondok Gede, Sabtu 28 Juni 2025.

      Menarik Dibaca

      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      KUHAP Baru: Menafsirkan Peralihan Pemeriksaan Acara Biasa Menjadi Acara Singkat

      Saya Diancam Dilaporkan Kasus Penyerobotan, Apa yang Harus Saya Lakukan?

      Peran Juru Bicara dan Humas Pengadilan Sebagai Court Public Relations

      Lebih Dekat dengan Muhammad Mustofa, Anggota DPRD Batam Dua Periode dari PKS

      Kumpulan cepen ini merupakan karya bertiga cerpenis Indonesia, Ismail Lutan, Putra Gara dan Hamidin Krazan. Bedah buku sekaligus peluncuran menjadi bagian dari even “FKIP FESTIVAL” yang dislenggarakan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UIA bekerjasama dengan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI).

      Menurut Nanang, kumpulan cerpen KONTRAK POLITIK menawarkan keberagaman pendekatan terhadap realitas yang kompleks, getir, dan penuh paradoks. Ia tidak menyodorkan satu tafsir tunggal atas kehidupan, melainkan membuka berbagai celah pembacaan dari spektrum yang luas: politik kekuasaan, krisis spiritual, hingga kegamangan sosial dalam budaya urban.
      Tiga nama pengarang di dalamnya – Ismail Lutan, Putra Gara, dan Hamidin Krazan –menjadi representasi dari tiga gaya yang sangat berbeda, namun saling mengisi dan memberi pantulan nuansa dalam terhadap wajah Indonesia masa kini.

      Buku ini bukan semata kumpulan fiksi, melainkan juga dokumen kultural yang menangkap denyut sosial dengan cara yang tak selalu gamblang, namun membekas.

      Ismail Lutan mengandalkan satire politik yang kuat, menjadikan absurditas sebagai fondasi naratifnya. Cerpen pembuka, “Kontrak Politik,” mempermainkan logika kekuasaan dan tubuh perempuan dalam permainan metaforis yang tajam namun tidak kehilangan jenaka getir. Pembaca dibawa menertawakan kenyataan yang terlalu nyata, di mana janji politik bisa disamakan dengan pelacuran emosional, dan nilai-nilai demokrasi tak lebih dari perjanjian bawah meja.

      Di cerpen lain, seperti “Angka-Angka Sedekah Angka,” Lutan tetap konsisten menyisipkan kritik dengan simbol-simbol yang liar namun terkontrol. Keunggulan Lutan terletak pada kemampuannya mengolah absurditas tanpa kehilangan konteks sosiologis, menjadikan cerpennya sebagai arena di mana ironi berkelindan dengan realitas dalam narasi yang tetap komunikatif dan memikat.

      Beda pendekatan

      Berbeda dari pendekatan Lutan yang frontal. Putra Gara memilih jalur kontemplatif, spiritual, dan personal. Cerpennya, “Sebuah Jalan,” menjadi titik keseimbangan dalam buku ini. Ia hadir sebagai jeda yang menenangkan dari dunia politik dan gemuruh sosial yang ada di cerpen cerpen lainnya. Di sini, tokoh utamanya adalah anak jalanan yang kehilangan figur ayah pencopet, lalu menempuh perjalanan batin menuju keheningan, doa, dan akhirnya pemahaman.

      Gaya naratif Putra Gara lembut, kadang nyaris lirih, tapi justru di situlah kekuatannya: ia tak memburu klimaks, melainkan menggiring pembaca perlahan-lahan untuk masuk ke dunia sunyi, yang justru lebih bising daripada keramaian. Kesederhanaannya adalah ketajamannya; ia tidak melawan dunia dengan satir, tapi dengan diam dan doa yang tak bersuara.

      Hamidin Krazan melengkapi lanskap kumpulan ini dengan gaya yang lebih pop, penuh permainan simbol dan humor gelap. Dalam cerpen seperti “Tuhan Oplosan” atau “Kalung Modus,” Krazan memanfaatkan absurditas masyarakat urban dan pseudo-religiusitas untuk membongkar keganjilan realitas sosial. Ia tak segan menertawakan ketulusan semu, baik dalam urusan cinta, ibadah, maupun relasi ekonomi. Gaya bertuturnya ringan, cenderung berirama seperti dialog harian, namun sarat kecurigaan terhadap norma. Jika Lutan mengangkat absurditas dalam konteks kuasa negara dan Gara pada pencarian spiritual, maka Krazan menempatkan absurditas di lorong-lorong pikiran masyarakat kelas menengah bawah yang gamang, labil, dan penuh kepura-puraan.

      Ketar ketir

      Dalam sesi tanya jawab yang juga dihadiri para penulisnya (kecuali Hamidin Krazan), terungkap. Kumpulan cerpen ini merupakan bentuk kerinduan ‘tiga sekawan' yang dahulu pernah se kantor mengelola tabloid anak-anak.
      “Inisiatif ini dipicu oleh tantangan Pak Putra Gara untuk kembali menulis cerpan. Saya dan Hamidin pun meladeni tantangan itu, dan alhamdulillah jadilah buku ini,” tutur Ismail Lutan. Bahkan, lanjut Ismail Lutan yang juga Ketua Umum PJMI ini, cerpennya yang berjudul “Kontrak Politik” -oleh Editornya- dijadikan judul buku.

      Dikatakan Ismail, tadinya mereka sudah sepakat untuk memberi judul “Ketar Ketir Dibingkai Takdir”. Bahkan sampul dan ilustrasinya sudah selesai digarap. Tetapi Putra Gara akhirnya merasa lebih condong ke Kontrak Politik.

      Ketar Ketir Dibingkai Takdir adalah cerpen yang bergenre satir politik. Bercerita tentang kabar langit yang bocor ke bumi, bahwa akan datang pandemi covid versi 2. Korbannya adalah semua lelaki umur 35-40 tahun. Masalahnya adalah ada calon raja yang akan dilantik umurnya lebih satu hari dari 35 tahun. Jika ia ikut menjadi korban covid maka kerajaannya akan hancur.

      Maka berusahalah paman di calon raja (yang menjadi wakil Tuhan di bumi) mencari malaikat pencabut nyawa dan menyogognya untuk memundurkan umur keponakannya sehari saja.

      “Cerpen ini bentuk protes saya terhadap Pilpres lalu, di mana ada nalar yang diinjak oleh sebuah proses politik yang telanjang,” tutup Ismail Lutan.***()

      Discussion about this post

      Recommended.

      Polresta Pati Bekuk Empat Preman Pemeras Berkedok “Jatah Rokok Anak Kampung”

      Polresta Pati Bekuk Empat Preman Pemeras Berkedok “Jatah Rokok Anak Kampung”

      Air Kerap Mati, Pemuda Muhammadiyah Nilai Moya-ABH Tak Profesional Kelola Air di Batam

      Air Kerap Mati, Pemuda Muhammadiyah Nilai Moya-ABH Tak Profesional Kelola Air di Batam

      • Oknum ASN BKAD Takalar Diduga Pungli Ratusan Juta Rupiah Modus Penerimaan CPNS.

        Oknum ASN BKAD Takalar Diduga Pungli Ratusan Juta Rupiah Modus Penerimaan CPNS.

        1932 shares
        Share 773 Tweet 483
      • Kadis PUPR Kepri Masih Bungkam Terkait Proyek Jalan Sei Ladi Batam, Aktivis Tuding Proyek “Tipu-Tipu”

        1767 shares
        Share 707 Tweet 442
      • Belum Kantongi IUP,  Ratusan Hektare Sawit Milik Pribadi Rizal di Mandiangin Diduga Ilegal

        1432 shares
        Share 573 Tweet 358
      • Diterpa Isu Pemerasan, Kades Ko’mara dan Unit Tipikor Polres Takalar Beri Klarifikasi

        1251 shares
        Share 500 Tweet 313
      • Kades dan Perangkat Desa di Karimun Masih Keluhkan Operasional serta Gaji yang Tak Kunjung Cair

        1220 shares
        Share 488 Tweet 305
      • Redaksi
      • Kode Etik Jurnalistik
      • Pedoman Media Siber
      • Disclaimer

      Hak Cipta Radarhukum.id © 2024

      No Result
      View All Result
      • HOME
      • Berita
        • Internasional
        • Nasional
        • Daerah
        • Hukrim
        • Pendidikan
        • Politik
      • EDUKASI HUKUM
        • Agraria
        • Islam & Keluarga
        • Perdata
        • Pidana
        • Tata Negara
      • OPINI
      • PROFIL
      • CATATAN REDAKSI

      Hak Cipta Radarhukum.id © 2024

      Welcome Back!

      Login to your account below

      Forgotten Password?

      Retrieve your password

      Please enter your username or email address to reset your password.

      Log In