Kediri, Radarhukum.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 1 Kras tahun ini tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial, para siswa diajak merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas di dunia digital.
Pesan tersebut disampaikan Ustaz Suhaimi Alfan, M.Pd., M.H., saat memberikan tausyiah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 1 Kras, Kediri.
Dengan mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan generasi muda, Suhaimi mengajak para siswa menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai pengingat untuk menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan modern.
Menurutnya, memperingati Maulid Nabi di era digital tidak cukup hanya dengan mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW. Nilai-nilai keteladanan beliau perlu diterjemahkan dalam perilaku nyata, termasuk ketika menggunakan smartphone dan media sosial.
“Meneladani Rasulullah SAW di zaman kekinian bukan lagi soal retorika, melainkan bagaimana kita menerjemahkan akhlak mulia beliau ke dalam gaya hidup modern, terutama di dunia digital,” tegas Suhaimi.
Ia menyoroti penggunaan smartphone yang kini menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Menurutnya, tantangan dalam menjaga akhlak tidak hanya muncul dalam interaksi langsung di sekolah maupun masyarakat, tetapi juga ketika siswa beraktivitas di media sosial.
Sifat Siddiq atau jujur dan Tabligh atau menyampaikan kebenaran, kata Suhaimi, dapat menjadi pedoman bagi siswa dalam menggunakan media sosial.
Ia mengingatkan para siswa agar mampu menyaring informasi sebelum membagikannya, sehingga tidak ikut menyebarkan hoaks. Hal yang sama berlaku terhadap cyberbullying, komentar bernada kebencian, ucapan yang menyakiti orang lain, maupun konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Jangan sampai kita mudah menyebarkan sesuatu yang belum tentu benar. Jempol kita di media sosial adalah cerminan dari akhlak kita,” ujarnya.
Selain Siddiq dan Tabligh, Suhaimi juga mengajak siswa meneladani sifat Fathonah, yakni kecerdasan dan kecakapan Rasulullah SAW.
Menurutnya, kecerdasan generasi muda perlu diarahkan untuk menggunakan teknologi secara produktif dan menghadirkannya sebagai sarana kebaikan. Dunia digital dapat dimanfaatkan untuk belajar, berkarya, berinovasi, menyebarkan pesan damai, menginspirasi orang lain, serta membangun kepedulian sosial.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kras, Soedjito, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat pendidikan karakter siswa.
Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW yang disampaikan dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada acara peringatan, tetapi dapat diterapkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, anak-anak tidak hanya mengenal sejarah dan keteladanan Rasulullah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih di era digital, mereka harus mampu menggunakan teknologi secara bijak, tetap menjaga sopan santun, kejujuran, dan menghargai orang lain,” ujar Soedjito.
Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, berakhlak, peduli terhadap sesama, dan mampu menghadapi perubahan zaman.
“Harapannya, nilai-nilai yang disampaikan dalam peringatan Maulid ini bisa menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMPN 1 Kras turut diisi dengan lantunan shalawat dan berbagai kegiatan keagamaan yang melibatkan para siswa.






























Discussion about this post