Gebraknews.co.id, Sarolangun — Warga Dusun Seberang, Desa Baru, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi, mengeluhkan minimnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.
Warga menilai kondisi Dusun Seberang masih jauh dari harapan. Selain pembangunan sarana dan prasarana yang dinilai belum memadai, jembatan gantung yang menjadi akses masyarakat juga berada dalam kondisi memprihatinkan.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat berinisial TB mengatakan, warga Dusun Seberang selama ini merasa belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah daerah maupun pemerintah desa, khususnya dalam pembangunan infrastruktur.
“Warga Dusun Seberang ini bagaikan desa tertinggal. Kondisi dusun tidak banyak berkembang, sementara bantuan pembangunan sarana dan prasarana dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa melalui dana desa atau program bantuan lainnya belum kami rasakan,” ujar TB kepada Radarhukum.id, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, salah satu persoalan yang paling dikhawatirkan warga adalah kondisi jembatan gantung yang menjadi akses penghubung menuju Dusun Seberang. Jembatan tersebut setiap hari dilalui ratusan warga, termasuk pengendara sepeda motor.
TB mengungkapkan, kondisi jembatan yang sudah mengalami kerusakan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kecelakaan, terlebih ketika warga melintas dengan kendaraan roda dua.
“Ada ratusan orang yang melintas di jembatan ini setiap hari. Dengan kondisi seperti sekarang, kami sangat khawatir terjadi musibah yang memakan korban jiwa. Kalau memang belum ada perhatian dari pemerintah, jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan,” katanya.
Selain persoalan jembatan, TB juga menyoroti minimnya pembangunan infrastruktur di Dusun Seberang. Ia berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Desa Baru segera memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama pembangunan jalan dan perbaikan jembatan gantung.
“Kami berharap pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Pemerintah Desa Baru, Kecamatan Air Hitam, dapat memberikan perhatian. Kami ingin ada perubahan dan pembangunan sarana yang benar-benar dibutuhkan warga, terutama jalan dan jembatan gantung demi keamanan serta kenyamanan masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Baru, Kausari, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengenai kondisi jembatan gantung dan keluhan warga terkait minimnya pembangunan di Dusun Seberang, memberikan tanggapan singkat.
“Akan kita anggarkan tahun 2027 nanti,” ujar Kausari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jembatan gantung yang digunakan masyarakat menuju Dusun Seberang terlihat memprihatinkan. Jembatan tersebut dilaporkan bergoyang saat dilalui. Sejumlah bagian kawat pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan juga terlihat sudah tidak ada.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan warga, khususnya pengendara sepeda motor yang melintas. Warga berharap perbaikan segera dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan.






























Discussion about this post