Sarolangun, Radarhukum.id – Tabir di balik kematian Dimas Andrean bin Romi, warga Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, mulai menemui titik terang. Pihak keluarga menyebut hasil ekshumasi dan otopsi ulang jenazah menemukan sejumlah titik lebam pada tubuh korban yang diduga akibat hantaman benda tumpul.
Keterangan tersebut disampaikan pihak keluarga saat ditemui wartawan pada Sabtu (5/9/2026) di Mandiangin. Temuan itu dinilai keluarga menjadi petunjuk penting untuk mengungkap penyebab sebenarnya kematian Dimas Andrean yang terjadi beberapa waktu lalu di Desa Pulau Salak Baru, Kecamatan Batang Asai.
Sebelumnya, berdasarkan rilis resmi kepolisian, Polsek Batang Asai menyebut Dimas meninggal dunia akibat bunuh diri karena mengalami gangguan jiwa. Namun, pihak keluarga tidak menerima kesimpulan tersebut dan kemudian melaporkan persoalan itu ke Polres Sarolangun.
Atas laporan ayah korban, Romi, pihak keluarga meminta agar jenazah Dimas Andrean diekshumasi dan dilakukan otopsi ulang untuk mengetahui secara lebih jelas penyebab kematiannya.
Salah seorang keluarga almarhum mengatakan, hasil ekshumasi dan otopsi ulang menunjukkan adanya beberapa bagian tubuh korban yang mengalami lebam. Keluarga menyebut terdapat sedikitnya tiga titik lebam yang diduga akibat hantaman benda tumpul.
“Dari hasil ekshumasi dan otopsi, ditemukan beberapa titik lebam pada tubuh almarhum yang diduga akibat benda tumpul. Kami berharap hasil ini dapat menjadi petunjuk bagi pihak kepolisian untuk mengungkap peristiwa sebenarnya,” terang pihak keluarga.
Sembari memperlihatkan dokumentasi hasil otopsi, keluarga menunjukkan bagian tubuh almarhum yang mengalami lebam dengan tanda panah merah.
Keluarga berharap temuan tersebut dapat mendorong kepolisian untuk kembali mendalami kasus kematian Dimas Andrean. Mereka juga meminta agar pihak-pihak yang diduga mengetahui atau terlibat dalam peristiwa tersebut diperiksa secara menyeluruh.
“Kami berharap dengan adanya bukti ini, pihak kepolisian bisa mendalami kembali kasus ini dan mengungkap siapa yang bertanggung jawab apabila memang ditemukan unsur tindak pidana,” ujarnya.
Menurut keluarga, hasil otopsi tersebut menjadi dasar bagi mereka untuk mempertanyakan kesimpulan sebelumnya yang menyebut Dimas meninggal karena bunuh diri.
“Kami menduga berdasarkan hasil otopsi, almarhum Dimas Andrean bukan bunuh diri, tetapi ada dugaan menjadi korban kekerasan. Karena hasil otopsi menunjukkan beberapa titik lebam yang diduga akibat benda tumpul,” terang keluarga.
Keluarga juga meminta kalangan wartawan ikut mengawal perkembangan perkara tersebut agar kasus kematian Dimas Andrean dapat diungkap secara transparan.
“Kami berharap teman-teman wartawan bisa menyambung aspirasi kami sebagai keluarga untuk mendorong agar kasus di balik kematian saudara kami ini bisa terungkap dan apabila memang ada pelaku, dapat diproses sesuai hukum,” tambahnya.
Sementara itu, ayah almarhum Dimas Andrean, Romi, berharap kepolisian segera melakukan pendalaman berdasarkan hasil otopsi tersebut.
“Saya berharap pihak kepolisian bisa menetapkan tersangka apabila dari hasil penyelidikan dan alat bukti memang ditemukan adanya tindak pidana. Hasil otopsi ini setidaknya menjadi salah satu petunjuk untuk mengungkap peristiwa tersebut,” kata Romi.
Romi juga mempertanyakan proses penanganan perkara tersebut. Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi kunci, masih terdapat beberapa orang di lokasi kejadian ketika peristiwa berlangsung.
“Berdasarkan keterangan saksi kunci, ada beberapa orang yang masih berada di TKP saat kejadian. Dari situ kami heran kenapa sampai sekarang belum juga ditemukan titik terang dalam perkara kematian anak saya,” ujar Romi.
Ia berharap hasil ekshumasi dan otopsi ulang dapat mendorong kepolisian membuka kembali seluruh rangkaian peristiwa secara terang dan melakukan penyelidikan secara serius serta transparan.
“Saya sebagai ayah kandung dan keluarga besar ingin mendapatkan jawaban yang sebenarnya mengenai peristiwa kematian putra saya, almarhum Dimas Andrean. Kami berharap proses penyelidikan dilakukan secara serius dan transparan,” harapnya.
(Tim)






























Discussion about this post