Karimun, Radarhukum.id — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia, sejumlah kepala desa di Kabupaten Karimun mengeluhkan belum cairnya anggaran kegiatan desa. Kegalauan pun melanda, lantaran dana yang diandalkan untuk menyelenggarakan acara 17 Agustus tak kunjung turun.
“Sudah dekat harinya, tapi anggaran belum juga cair. Utang desa juga makin numpuk. Aduh, pusing kepala kami,” keluh salah satu kepala desa, Kamis (31/7/2024).
Ia mengatakan bahwa kegiatan 17 Agustus sudah menjadi agenda rutin tahunan desa, seperti permainan rakyat dan hiburan bagi masyarakat. Namun, hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan dana akan dicairkan.
“Duit mane mau didulukan? Kalau anggaran belum turun, acara apa yang bisa kami buat?” tambahnya dengan nada cemas.
Keluhan serupa juga disampaikan beberapa kepala desa lainnya. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Karimun segera memberikan kepastian agar pelaksanaan kegiatan HUT RI bisa berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami sangat berharap ada perhatian dari Bapak Bupati Karimun. Jangan sampai perayaan kemerdekaan kita sepi hanya karena soal anggaran,” ujarnya.
Meski dalam tekanan, para kepala desa masih menyimpan harapan. “Semoga dalam waktu dekat ini ada kabar baik dari Pemkab,” tutupnya.





























Discussion about this post