Kediri, Radarhukum.id – Inovasi pelayanan publik tidak selalu identik dengan aplikasi digital atau sistem daring. Di Kelurahan Setono Pande, Kota Kediri, peningkatan kualitas layanan justru dibuktikan lewat pendekatan langsung dan jemput bola pelayanan ke masyarakat.
Pantauan media ini, Kamis (5/2/2026), Lurah Setono Pande, Farida Noviati, S.STP., M.M., bersama Kasi Pemerintahan dan Pelayanan Umum, Yunita Dona Irawatie, S.Sos., M.M., melakukan kunjungan dari rumah ke rumah warga. Program “blusukan” ini menjadi bentuk pelayanan jemput bola untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Langkah tersebut dinilai efektif dalam memangkas jarak birokrasi. Alih-alih menunggu laporan di kantor, Farida memilih turun langsung ke lapangan guna mendengar persoalan warga secara personal.
“Tujuan kami turun langsung adalah melihat realita di lapangan. Ada warga yang sungkan datang ke kantor atau memiliki keterbatasan fisik. Dengan blusukan, kami bisa memetakan persoalan secara lebih presisi, mulai dari bantuan sosial, kesehatan, hingga infrastruktur lingkungan,” ujar Farida.
Dia mengungkapkan, pelayanan prima bukan hanya soal cepatnya administrasi, tetapi sejauh mana pemerintah hadir saat warga membutuhkan.
Kehadiran perangkat kelurahan disambut positif oleh warga. Salah satunya Usrok, pedagang pentol goreng, yang rumahnya didatangi langsung tim kelurahan.
“Jujur kaget sekaligus senang. Biasanya warga yang datang ke kantor, sekarang malah Bu Lurah yang datang ke rumah. Saya sempat menyampaikan soal saluran air di depan rumah, langsung dicatat. Rasanya lebih tenang karena keluhan didengar langsung,” katanya.





























Discussion about this post