Kediri, Radarhukum.id — Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menyiapkan sejumlah pos kesehatan di jalur mudik Lebaran 2026 guna mendukung keselamatan dan kebugaran pemudik selama perjalanan.
Salah satu pos ditempatkan di Kecamatan Plosoklaten, tepatnya di akses menuju kawasan wisata Ubalan. Lokasi ini dipilih karena menjadi titik perlintasan sekaligus tujuan wisata masyarakat saat libur Lebaran.
Layanan di pos kesehatan tersebut dibuka mulai 21 hingga 24 Maret 2026. Pemudik dapat memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan dasar tanpa dipungut biaya.
Di Pos Ubalan, pelayanan didukung empat tenaga kesehatan dari Klinik Pratama Rawat Inap Sinar Medika yang berjaga mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Petugas kesehatan, Mohammad Arif Firmansyah, menyampaikan hingga Sabtu (21/3) siang, belum banyak pemudik yang memanfaatkan layanan. Pengunjung yang datang didominasi warga sekitar yang berwisata dan bersilaturahmi.
“Untuk sementara yang datang masih warga lokal, belum ada pemudik yang memeriksakan kesehatan,” ujarnya.
Selain di Ubalan, pos kesehatan juga dibuka di kawasan wisata Mojo. Namun, operasionalnya hanya berlangsung selama dua hari dengan layanan terbatas, seperti pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, asam urat, serta penyediaan obat ringan.
Dinkes Kediri mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Kelelahan, penurunan daya tahan tubuh, hingga risiko kecelakaan menjadi ancaman yang kerap terjadi saat arus mudik.
Pemeriksaan kesehatan disarankan dilakukan sebelum berangkat, baik di fasilitas kesehatan maupun pos layanan yang tersedia di jalur mudik. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik dasar seperti tekanan darah, denyut nadi, hingga kadar gula darah.
Selain itu, masyarakat juga diimbau memahami langkah penanganan awal jika terjadi kecelakaan di jalan. Pertolongan cepat dinilai penting untuk mencegah kondisi korban semakin parah.
Jika menemukan kejadian kecelakaan, warga diminta segera menghubungi layanan darurat di nomor 119 atau fasilitas kesehatan terdekat. Keamanan lokasi perlu dipastikan terlebih dahulu sebelum memberikan pertolongan.




























Discussion about this post