Sarolangun, Radarhukum.id – Kasus pengeroyokan terhadap oknum TNI AD dari Yonif TP 896/TP yang terjadi di areal perkebunan konsesi PT SAL, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, terus bergulir.
Puluhan orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut, yang sebagian berlatar belakang Suku Anak Dalam (SAD), disebut telah menyerahkan diri secara sukarela kepada pihak Kepolisian Resor Sarolangun.
Namun, di tengah proses tersebut, muncul dugaan adanya pihak yang menjadi otak atau dalang di balik aksi pengeroyokan. Sosok berinisial DS disebut telah melarikan diri usai kejadian dan diduga menuju wilayah Sumatera Selatan.
Informasi tersebut disampaikan salah seorang warga Desa Bukit Suban yang meminta identitasnya disebut sebagai HR. Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Senin (31/8/2026), HR mengatakan aksi pengeroyokan tersebut diduga tidak berdiri sendiri.
“Diduga ada orang luar yang menunggangi kejadian ini. Salah satu pelaku pengeroyokan disebut sebagai otak atau dalang terjadinya aksi tersebut,” ujar HR.
DS Diduga Melarikan Diri
Sumber lain yang merupakan tokoh masyarakat (Tomas) Desa Bukit Suban menyebut, DS diduga langsung meninggalkan wilayah tersebut setelah kejadian.
Berdasarkan informasi yang diperolehnya, DS disebut sempat berada di wilayah Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, beberapa hari setelah kejadian. DS kemudian diduga melanjutkan perjalanan menuju kampung asalnya di wilayah Bengkulu.
“Informasi yang kami dapat, dua hari lalu dia sudah berada di Lubuk Linggau. Kemungkinan pulang ke kampungnya di wilayah Bengkulu, karena DS berasal dari sana,” kata sumber tersebut.
Menurutnya, DS sebelumnya diketahui tinggal di wilayah Air Panas setelah pernah menikah di daerah tersebut. Setelah berpisah dengan istrinya, DS disebut menikah kembali di Desa Margo Yoso. Namun, dalam kesehariannya, DS disebut masih tinggal di wilayah Air Panas.
Tokoh masyarakat tersebut berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap keberadaan DS apabila memang memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.
“Kami berharap pelaku utama atau yang diduga menjadi provokator dalam pengeroyokan ini dapat ditangkap. Kami yakin jika tidak ada pihak yang memicu atau menggerakkan, kemungkinan kejadian pengeroyokan ini tidak terjadi,” ujarnya.
Polisi Belum Beri Keterangan
Masyarakat Desa Bukit Suban berharap penyerahan diri para pelaku tidak menghentikan proses pengungkapan terhadap pihak lain yang diduga turut terlibat, termasuk sosok yang disebut sebagai pelaku utama atau otak pengeroyokan.
Mereka meminta aparat kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
“Penyerahan diri para pelaku jangan sampai memutus mata rantai terhadap pihak lain yang ikut terlibat. Khusus pelaku utama atau otak dari peristiwa pengeroyokan yang kabur, kami berharap tetap diburu dan ditangkap untuk diproses sesuai hukum,” harapnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, hingga saat ini terdapat puluhan orang yang diduga terlibat dan berlatar belakang SAD yang telah menyerahkan diri secara sukarela kepada Polres Sarolangun.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendy Oktiansyah, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Joshua Adrian, saat dikonfirmasi Radarhukum.id melalui WhatsApp, Selasa (1/9/2026), mengenai dugaan kaburnya DS yang disebut sebagai pelaku utama dalam perkara pengeroyokan terhadap oknum TNI AD Yonif TP 896/TP, belum memberikan keterangan.
Penulis: Mara






























Discussion about this post