Kediri, Radarhukum.id – Sebanyak 90 siswa SMK YP 17 Pare mengikuti edukasi tentang Artificial Intelligence (AI) yang digelar Polres Kediri. Kegiatan ini tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga disertai tes untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami materi yang diberikan.
Kegiatan berlangsung di tiga ruang laboratorium komputer SMK YP 17 Pare. Siswa mengikuti materi yang disampaikan oleh trainer dari Polres Kediri, kemudian mengerjakan pre-test sebelum pembelajaran dan post-test setelah materi selesai.
Seluruh tahapan tersebut dilakukan melalui web Senopati. Dengan demikian, hasil pengerjaan siswa dapat tercatat dalam sistem dan perkembangan pemahaman peserta bisa diketahui.
Kegiatan ini menjadi salah satu cara Polres Kediri mengenalkan penggunaan dan perkembangan teknologi AI kepada pelajar. Siswa tidak hanya diajak mengenal AI secara teori, tetapi juga mengikuti evaluasi setelah mendapatkan materi.
Sebanyak 90 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pre-test, penyampaian materi, hingga post-test. Setelah mengikuti kegiatan, para siswa juga memperoleh sertifikat yang diterbitkan melalui sistem.
Hasil kegiatan tersebut selanjutnya dapat dipantau melalui Posko Presisi Mabes Polri.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kabag SDM Polres Kediri Kompol Eko P. Sanosin, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan AI saja.
“Kami ingin siswa tidak hanya tahu tentang AI, tetapi juga memahami materi yang diberikan. Karena itu ada proses pembelajaran sekaligus evaluasi untuk melihat sejauh mana materi tersebut dipahami,” kata Kompol Eko.
Dalam kegiatan tersebut, trainer berasal dari personel SDM, Satlantas, dan Satbinmas Polres Kediri.
Edukasi AI ini menjadi bagian dari upaya Polres Kediri memberikan pemahaman kepada pelajar di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi digital. Para siswa diharapkan dapat memahami teknologi tersebut dan menggunakannya secara tepat dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari.






























Discussion about this post