Batam, Radarhukum.id – Warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, makin geram dengan kinerja PT Air Batam Hilir (ABH) – Moya dalam mengelola air bersih. Pasalnya, aliran air kerap mati tanpa kompensasi yang jelas, bahkan dalam waktu cukup lama.
“Hari ini dari pagi sampai sore air mati. Bagaimana kami bisa beraktivitas, memasak, dan sebagainya. Pak Amsakar, tolong evaluasi ABH–Moya ini,” keluh Andika, salah seorang warga.
Ratna, warga lainnya, menilai ABH perusahaan pengelola air minum di Batam itu tidak profesional.
“Kalau seperti ini terus, ganti saja dengan yang lain. Sudah lama kami menderita kekurangan air. Air ini kebutuhan paling dasar bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, pada akhir Juli lalu, warga Tanjung Sengkuang dan Batu Merah telah mengadukan masalah ini ke DPRD Batam. Komisi III DPRD bahkan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama perwakilan warga. Namun, hingga kini, krisis air masih terus menghantui warga.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak ABH. (Red)




























Discussion about this post