Padang, Radarhukum.id — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang dan sejumlah kabupaten di Provinsi Sumatera Barat selama hampir sepekan terakhir memicu bencana banjir dan longsor di berbagai wilayah.
BMKG menyampaikan bahwa kawasan Sumatera Barat tengah mengalami fenomena bencana hidrometeorologi, yakni kondisi cuaca ekstrem yang berkaitan dengan atmosfer, air, dan laut, yang berpotensi menimbulkan kerusakan serta membahayakan masyarakat.
Pantauan tim Radarhukum.id di lapangan menunjukkan banjir dan longsor terjadi di banyak titik. Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri, mengungkapkan bahwa data sementara mencatat 27.433 jiwa terdampak, dengan Kecamatan Koto Tangah menjadi wilayah paling parah.
“Kecamatan Koto Tangah mencatat 20.983 jiwa terdampak, dan total sementara warga terdampak di seluruh Kota Padang mencapai lebih dari 27 ribu jiwa,” ujar Hendri, Rabu (26/11/2025).
Selain Koto Tangah, kecamatan lain yang terdampak banjir meliputi:
Kecamatan Nanggalo: 2.232 jiwa
Kecamatan Padang Utara: 1.486 jiwa
Kecamatan Pauh: 741 jiwa
Kecamatan Lubuk Begalung: 893 jiwa
Kecamatan Padang Barat: 321 jiwa
Kecamatan Kuranji: 601 jiwa
Kecamatan Padang Timur: 150 jiwa
Kecamatan Bungus: 26 jiwa
Hendri menambahkan, hampir seluruh kecamatan terendam banjir dengan laporan 78 bangunan rusak, mulai dari rumah warga, tempat ibadah, sekolah, hingga fasilitas umum yang retak ataupun terdampak longsor.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan cuaca ekstrem masih akan berlangsung hingga 27 November 2025. Masyarakat diminta tetap waspada, membatasi aktivitas di luar rumah, dan mengikuti arahan pihak berwenang.



























Discussion about this post