Kediri, Radarhukum.id – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Ulil Albab MAN 1 Kota Kediri saat lantunan doa mengalir selepas ibadah salat Dhuha berjamaah. Kegiatan rutin yang diimami oleh Bapak Drs. Zaenal Arifin ini bukan sekadar ritual ibadah, melainkan pondasi spiritual bagi seluruh siswa sebelum memulai aktivitas akademik.
Beriringan dengan kegiatan ibadah di masjid, para santri putri yang sedang berhalangan mengikuti pembinaan keputrian di Aula Madrasah. Menghadirkan Ibu Binti Salimah, M.Pd.I. sebagai pemateri, sesi ini mengangkat tema yang sangat relevan: “Etika Berias Perempuan Muslimah”.
Dalam paparannya, Ibu Binti Salimah, MpdI menekankan, kecantikan hakiki seorang muslimah terpancar dari kesederhanaan dan ketaatan. Dia menggarisbawahi tiga prinsip utama dalam berhias, yaitu menutup aurat dengan sempurna, menghindari tabarruj (berlebihan dalam bersolek), dan menjaga niat agar tidak semata-mata memamerkan perhiasan kepada non-mahram.
“Etika ini bukan untuk membatasi ruang gerak perempuan, melainkan untuk menjaga kehormatan atau marwah diri,” tutur beliau di hadapan para siswi.
Tak berhenti pada penguatan karakter, madrasah juga memberikan perhatian khusus bagi masa depan akademis siswa. Usai salat Dhuha, siswa kelas XII tetap berkumpul di masjid untuk menerima sosialisasi intensif mengenai kelanjutan studi.
Fokus utama pengarahan kali ini ditujukan bagi siswa-siswi yang masuk dalam pemeringkatan eligible. Pihak sekolah memberikan panduan langkah demi langkah agar para siswa siap menghadapi seleksi jalur SNBP. Harapan besar teriring agar seluruh siswa diberikan kelancaran dan kemudahan untuk meraih kursi di kampus terbaik sesuai dengan ketetapan Allah SWT.





























Discussion about this post